Selasa, 31 Mei 2016

Atropa belladonna (Deadly Nightshade)

Atropa belladonna (Deadly Nightshade)

Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Ryururiver


Catatan :

 
Ilustrasi dari Tumbuhan Obat Köhler tahun 1887.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Eudikotil
(tidak terdaftar) : Asterids
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Sub-famili : Solanoideae
Tribe : Hyoscyameae
Genus : Atropa L.
Spesies : Atropa belladonna

Nama Binomial : Atropa belladonna. L




Atropa belladonna, yang secara umum dikenal sebagai belladonna atau deadly nightshade, merupakan tanaman herba tahunan (tanaman rhizoma hemikriptofit) dari keluarga tomat Solanaceae, yang juga merupakan tanaman asli Eropa, Afrika Utara dan Asia Selatan. Penyebarannya meluas dari Britania Raya (Great Britain) di sebelah barat ke Ukraina bagian barat dan provinsi Gilan dari Negara Iran di sebelah Timur. Tanaman ini juga dinaturalisasikan dan/atau diperkenalkan di beberapa daerah dari Kanada dan Amerika Serikat. Dedaunan dan buah beri dari tanaman ini luar biasa beracun, mengandung tropane alkaloid. Beberapa racun yang terkandung dalam tanaman ini antara lain atropine, scopolamine, dan hyoscyamine, yang dapat menyebabkan delirium dan halusinasi yang luar biasa. Selain itu, zat-zat racun tersebut juga digunakan sebagai zat anti kolinergik dalam farmasi. (Anti kolinergik adalah zat yang menghambat kerja neurotransmitter asetilkolin sehingga dapat menurunkan fungsi saraf parasimpatis).

Tanaman ini memiliki sejarah penggunaan yang panjang sebagai obat-obatan, kosmetik, dan juga racun. Sebelum abad pertengahan, belladonna digunakan sebagai zat anestesi (obat bius) dalam operasi; orang-orang Romawi kuno menggunakannya sebagai racun (istri dari Kaisar Augustus dan istri dari Kaisar Claudius, keduanya digosipkan telah menggunakan belladonna untuk membunuh); dan lama sebelumnya, tanaman ini telah digunakan untuk membuat anak panah beracun. Genus tanaman ini yaitu Atropa, berasal dari Atropos, salah satu dari tiga Dewi Takdir dalam Mitologi Yunani, dan nama “belladonna” berasal dari bahasa Italia yang berarti “wanita cantik”, karena tanaman herba ini digunakan sebagai obat tetes mata oleh para wanita untuk memperbesar pupil mata mereka agar para wanita tersebut terlihat lebih menggoda.


Deskripsi



Atropa belladonna

Atropa belladonna adalah tanaman herba tahunan bercabang, yang sering tumbuh sebagai subshrub (tumbuhan semi-semak), dari batang bawah yang berdaging. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 2 meter. (6.6 kaki) dengan daun berbentuk ovate sepanjang 18 cm (7.1 inci). Bunganya yang berbentuk lonceng berwarna ungu kusam dengan semburat hijau dan memiliki wangi yang memabukkan. Buahnya berbentuk beri yang berwarna hijau, dan akan berubah warna menjadi hitam berkilau setelah matang. Diameter buahnya sekitar 1.5 cm (0.59 inci). Beri ini manis dan biasanya dimakan oleh hewan (lihat : Kandungan Racun) yang akan menyebarkan biji tanaman ini ketika mereka menjatuhkannya, meskipun biji ini mengandung alkaloid racun. Terdapat varietas tanaman ini dengan bunga berwarna kuning-pucat yang disebut Atropa belladonna varietas lutea, buahnya juga berwarna kuning-pucat.


Distribusi/Penyebaran

Atropa belladonna adalah tumbuhan yang berasal dari Eropa tengah dan selatan yang beriklim temperate, namun telah dibudidayakan dan diperkenalkan di luar daerah asalnya. Di Swedia selatan, tanaman ini tercatat dalam Flora Skåne pada tahun 1870 dan tumbuh di dalam kebun apothecary dekat Malmö.

Di Britania, tanaman ini hanya tumbuh secara alami pada tanah berkapur, lahan yang terganggu, pinggir lapangan, pagar tanaman, dan area terbuka. Tanaman ini lebih sering menyebar luas sebagai alien, namun juga sering dibudidayakan sebagai tanaman obat. Penyebaran bijinya terutama dilakukan oleh burung.

Tanaman ini dinaturalisasi pada beberapa bagian wilayah di Amerika Utara, yaitu di mana tanaman ini lebih sering ditemukan pada lokasi yang teduh, sedikit basah dengan tanah yang kaya akan batu kapur. Tanaman ini juga dipertimbangkan sebagai spesies gulma di beberapa belahan dunia, karena sebagian besar tumbuh berkoloni pada area terganggu.


Pembudidayaan


Atropa belladonna jarang digunakan/ditanam di kebun, namun jika tanaman ini ditanam di kebun, biasanya alasannya adalah karena ia memiliki kebiasaan untuk tumbuh tegak dan besar serta buah berinya yang indah. Biji kecil biasanya mengalami kesulitan untuk berkecambah, karena kulit biji yang keras menyebabkan biji berada dalam kondisi tidur (dorman). Perkecambahan membutuhkan waktu beberapa minggu setelah berada di dalam kondisi suhu alternatif, namun hal ini dapat dipercepat menggunakan asam gibberelic. Kecambah baru membutuhkan tanah yang steril untuk mencegah penyakit damping off dan gangguan pada akar selama pertumbuhan awal.


Penamaan dan Taksonomi


Nama Atropa belladonna dipublikasikan oleh Linnaeus dalam bukunya, Species Plantarum pada tahun 1753. Tanaman ini diklasifikasikan dalam keluarga nightshade (Solanaceae), bersama tanaman – tanaman lainnya seperti kentang, tomat, terung, kecubung (jimson weed), tembakau, goji-berry/wolfberry, dan cabai. Nama lain dari tanaman ini antara lain adalah belladonna, deadly nightshade, divale, dwale, banewort, devil’s berries (beri setan), naughty man’s cherries (ceri kurcaci/ceri anak nakal), death cherries (ceri kematian), beautiful death (kematian yang indah), devil’s herb (tanaman iblis), great morel, dan dwayberry.

Nama Atropa diduga berasal dari Dewi Yunani Atropos, salah satu dari Dewi Takdir atau Nasib Yunani yang akan menentukan jalan kehidupan manusia menggunakan tenunan benang yang melambangkan kelahiran manusia, peristiwa dalam hidupnya, dan pada akhirnya, kematian manusia tersebut. Atropos memotong benang kehidupan manusia itu untuk menandai berakhirnya kehidupannya. Nama “belladonna” berasal dari bahasa Italia, yang berarti “wanita cantik”; pada awalnya nama ini berasal dari kegunaan tanaman ini untuk memperbesar ukuran pupil mata pada wanita.


Kandungan Racun


 
Bunga Belladonna

Belladonna adalah salah satu dari tanaman paling beracun yang ditemukan di belahan timur dunia. Setiap bagian dari tanaman ini mengandung tropane alkaloids. Buah berinya menimbulkan bahaya besar bagi anak-anak karena beri itu terlihat menarik dan memiliki sedikit rasa manis. Mengonsumsi dua hingga lima beri dapat menyebabkan kematian seorang manusia dewasa. Secara umum akar dari tanaman ini merupakan bagian yang paling beracun, meskipun hal ini dapat bervariasi pada setiap spesimen. Menelan selembar daun tanaman ini dapat berakibat fatal bagi seorang manusia dewasa.

Zat aktif dalam tanaman belladonna, yaitu atropine, hyoscine (scopolamine), dan hyoscyamine, memiliki sifat anti kolinergik. Gejala keracunan belladonna antara lain adalah perbesaran pupil mata, sensitivitas terhadap cahaya, penglihatan kabur, takikardia (denyut jantung semakin cepat), hilangnya keseimbangan, terhuyung-huyung, sakit kepala, ruam, muka memerah, mulut dan tenggorokan terasa sangat kering, bicara menjadi tak jelas, retensi urin (ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih), konstipasi (sembelit), kebingungan, halusinasi, delirium, dan kejang-kejang.

Pada tahun 2009, seorang wanita dewasa salah mengira beri Atropa belladonna sebagai blueberry; enam buah beri yang dimakannya tercatat sebagai penyebab dari sindrom anti kolinergik yang parah. Gejala kematian dari tanaman ini disebabkan oleh gangguan atropine terhadap kemampuan sistem saraf parasimpatis untuk mengatur aktivitas tak sadar dalam tubuh, seperti berkeringat, bernapas, dan denyut jantung. Antidot (penawar racun) untuk keracunan belladonna adalah physostigmine atau pilocarpine, zat yang sama untuk mengobati keracunan atropine.

Atropa belladonna juga beracun untuk sebagian besar hewan peliharaan, dapat menyebabkan narkosis (kondisi mabuk atau tidak sadar akibat narkotika), dan paralisis (kelumpuhan). Namun tampaknya hewan ternak dan kelinci dapat memakan tanaman ini tanpa mengalami efek yang buruk. Pada manusia, sifat anti kolinergik dari tanaman ini dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan kognitif, seperti ingatan dan kemampuan pembelajaran.


Manfaat

Kosmetik

Nama umum tanaman ini yaitu belladonna berasal dari sejarah penggunaannya oleh para wanita – Bella Donna adalah bahasa Italia untuk “wanita cantik”. Tetes mata yang terbuat dari tanaman belladonna digunakan untuk memperbesar pupil mata wanita, yang terkenal dapat menyebabkan wanita terlihat menarik dan menggoda. Tetesan ekstrak belladonna tersebut berperan sebagai antagonis muskarinik, menghambat reseptor otot mata yang memperkecil ukuran pupil mata. Saat ini belladonna sangat jarang digunakan sebagai kosmetik, karena ia memiliki efek samping yang menyebabkan gangguan penglihatan, ketidakmampuan untuk fokus terhadap objek yang dekat, dan peningkatan detak jantung. Pemakaian yang berkelanjutan dapat menyebabkan kebutaan.

Penggunaan sebagai obat-obatan

Belladonna telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat herbal untuk meringankan rasa sakit, pelemas otot, anti peradangan (anti inflamasi), untuk mengatasi masalah menstruasi, penyakit tukak lambung (peptic ulcer), reaksi alergi, dan mabuk perjalanan. Sebuah jurnal kedokteran eclectic (botani) dari abad ke-19 menjelaskan bagaimana cara membuat larutan alkohol (tincture) belladonna untuk pengobatan langsung kepada pasien.

Pada saat ini, larutan alkohol (tincture), ekstrak (decoctions), dan bubuk belladonna, serta campuran garam alkaloidnya masih diproduksi untuk keperluan farmasi, dan semua produk tersebut sering memiliki standar bagian yaitu 1037 bagian hyoscyamine hingga 194 bagian atropine dan 65 bagian scopolamine. Alkaloid dari tanaman ini bersenyawa dengan phenobarbital dan/atau kaolin dan pectin untuk digunakan mengatasi berbagai gangguan fungsi gastrointestinal. Larutan alkohol belladonna, yang juga dapat digunakan untuk tujuan yang sama, tertera di dalam berbagai farmakope, bersama dengan larutan alkohol yang serupa dari tanaman Datura stramonium, keduanya tercatat dalam farmakope Amerika Serikat hingga akhir tahun 1930an.

Kombinasi dari belladonna dan opium, dalam bentuk bubuk, larutan alkohol (tincture), ataupun berbentuk alkaloid, biasanya digunakan secara langsung (diminum atau dimakan) atau sebagai obat untuk merangsang diare dan obat untuk rasa sakit pada tubuh bagian dalam; racikan kombinasi dari kedua tanaman ini dapat dibuat oleh seorang apoteker, dan mungkin tersedia sebagai produk kombinasi dari perusahaan di beberapa negara (contoh, B&O Supprettes). Sejenis cairan rasa pisang (merk perdagangan umum : Donnagel PG) tersedia hingga tanggal 31 Desember 1992 di Amerika Serikat.

Scopolamine digunakan sebagai garam hidrobromida untuk keluhan gastrointestinal (masalah saluran pencernaan) dan mabuk perjalanan, dan untuk menambah potensial efek analgesik (pereda rasa nyeri) dan ansiolitik (anti depresi) pada obat pereda rasa nyeri yang terbuat dari opium (opioid analgesics). Sebelumnya, scopolamine digunakan dalam obat pembunuh rasa sakit (pain killer) yang disebut “twilight sleep” yang biasa digunakan pada proses melahirkan.

Atropin sulfat digunakan sebagai zat midriasis (membesarkan pupil mata) dan cycloplegic (melumpuhkan otot siliaris mata) untuk pengujian mata. Selain itu atropin sulfat juga digunakan sebagai antidot dari keracunan organofosfat dan karbamat (keduanya adalah senyawa yang biasa digunakan dalam pestisida). Zat ini dapat diisikan ke dalam suntikan (auto-injector) untuk digunakan dalam kasus serangan gas saraf. Hasil atropinisation (percobaan untuk menentukan dosis yang cukup untuk menghambat efek gas saraf) menunjukkan 100 persen blokade total terhadap kerja reseptor muskarinik asetilkolin, sehingga atropin sulfat dapat digunakan sebagai patokan untuk mengukur kemampuan sebuah obat anti kolinergik.

Hyoscyamine digunakan sebagai sulfat atau hidrobromida untuk masalah gastrointestinal dan penyakit Parkinson. Pengaruh efek sampingnya berada di antara atropine dan scopolamine,dan juga dapat digunakan untuk melawan efek racun organofosfat.

Hyoscyamine adalah alkaloid utama dalam Asthmador, sebuah cara pengobatan tanpa resep untuk meredakan asma bronkial, hingga pada akhirnya Asthmador tidak dilanjutkan lagi.

Peristiwa ilmiah untuk merekomendasikan penggunaan Atropa belladonna dalam bentuk alaminya untuk beberapa kondisi tidaklah cukup banyak, meskipun beberapa komponennya, terutama l-atropine, yang telah dimurnikan/diekstrak dari belladonna pada tahun 1830an, telah diterima penggunaannya di dunia kedokteran. Donnatal adalah sebuah resep obat farmasi yang telah disetujui di Amerika Serikat oleh FDA, yang mengombinasikan alkaloid alami belladonna dalam rasio tetap dan spesifik dengan phenobarbital untuk menghasilkan aksi anti kolinergik/anti spasmodic periferal dan sebagai obat penenang dosis ringan. Berdasarkan labelnya, kemungkinan obat ini efektif digunakan sebagai terapi tambahan untuk Irritable Bowel Syndrome (penyakit kronis usus besar atau disebut juga irritable colon/usus besar terganggu, spastic colon, atau mucous colitis) dan enterocolitis akut.


Beri Belladonna

Penggunaan sebagai obat alternatif

Preparat belladonna digunakan dalam homeopathy (ilmu pengobatan alami) sebagai pengobatan untuk berbagai kondisi. Dalam penggunaan klinis dan percobaan penelitian, preparat diencerkan hingga tingkat 30C dalam notasi homeopathy. Pada level pengenceran ini preparat sudah tidak mengandung tanaman aslinya lagi, meskipun preparat dengan pengenceran lebih rendah yang secara statistik mengandung sejumlah bagian tanaman ini diiklankan untuk diperjualbelikan.

Narkotika/obat-obatan terlarang


Atropa belladonna dan tanaman yang bersaudara dekat dengannya, seperti jimson weed/kecubung (Datura stramonium) terkadang digunakan sebagai obat terlarang/narkotika karena efek delirium dan halusinasi menyenangkan yang dihasilkan oleh tanaman tersebut. Namun semua efek halusinasi ini secara umum dideskripsikan tidak menyenangkan, dan penggunaan tanaman ini untuk bersenang-senang diperkirakan akan sangat berbahaya karena resiko tinggi yang ditimbulkannya yaitu overdosis fatal tanpa disadari. Sebagai tambahan, efek yang ditimbulkan atropine terhadap sistem saraf pusat diantaranya adalah gangguan ingatan, yang akan menimbulkan kebingungan parah.

Racun

Tropane alkaloid pada Atropa belladonna digunakan sebagai racun, dan orang-orang zaman terdahulu membuat panah beracun menggunakan tanaman tersebut. Dalam sejarah Romawi Kuno, tanaman ini digunakan sebagai racun oleh Sang Termuda Agrippina, istri dari Kaisar Claudius, setelah diberi saran oleh Locusta, seorang wanita yang memiliki spesialisasi dalam masalah yang berkenaan dengan racun, dan Livia, yang digosipkan telah menggunakan tanaman itu untuk membunuh suaminya sendiri, Kaisar Augustus. Tanaman ini juga digunakan oleh Macbeth dari Skotlandia, ketika ia masih menjadi salah satu letnan dari Raja Duncan I dari Skotlandia. Macbeth menggunakan tanaman ini pada saat gencatan senjata, untuk meracuni pasukan penjajah yang dipimpin oleh Harold Harefoot, Raja Inggris, hingga pada akhirnya pasukan Inggris tidak dapat mempertahankan wilayahnya dan terpaksa mundur ke kapal mereka.


Cerita Rakyat

Artikel Utama : Ilmu Sihir Eropa dan Perdukunan (Shamanism)


Daun Belladonna

Pada masa lalu, para penyihir wanita dipercaya menggunakan campuran belladonna, opium poppy (ganja) dan tanaman lainnya yang bertipe meracuni (seperti monkshood/aconite dan hemlock beracun) sebagai salep untuk terbang (flying ointment), yang mereka gunakan untuk membantu mereka terbang dan berkumpul dengan para penyihir lainnya. Carlo Ginzburg dan beberapa orang lainnya memperdebatkan bahwa “flying ointments” tersebut dipersiapkan untuk membuat orang mengalami mimpi dan berhalusinasi; itu merupakan sebuah penjelasan yang mungkin untuk menjelaskan keterlibatan belladonna dan opium poppy dalam “flying ointments”, jika memperhatikan kandungan yang berlawanan antara tropane alkaloid belladonna (secara spesifik : scopolamine) dan opiate alkaloid dalam opium poppy, Papaver somniverum (secara spesifik : morfin), yang menghasilkan kondisi terbangun namun seolah bermimpi. Kandungan yang saling berlawanan ini terkenal dalam pengobatan tradisional, didiskusikan juga dalam formula pembuatan obat pada sistem pengobatan eclectic (botani), dan dikemukakan sebagai penjelasan utama bagaimana “flying ointments” dapat bekerja dalam catatan masa kini mengenai ilmu sihir.

Kandungan yang berlawanan antara opiates dan tropanes merupakan bahan dasar utama pada “twilight sleep”, obat yang disediakan untuk Ratu Victoria sebagai pereda sakit yaitu obat bius selama proses melahirkan anak. Dalam kesempatan berikutnya, obat tersebut dimodifikasi, dan beberapa alkaloid yang diisolasi digunakan sebagai pengganti dari bahan tanaman. Tanaman herba belladonna ini juga tercatat untuk efeknya yang tak terprediksi dari kandungan racunnya.




Footnote : I do this translation simply because I was learning information about this plant and its toxicity. I didn’t do this translation for any financial benefit. The original information was published at https://en.wikipedia.org/wiki/Atropa_belladonna . If you were related to this site and information and want me to delete or change this post, please tell me at river.tsumugi@gmail.com Thank you very much.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar